Di Mojokerto ludruk adalah seni pertunjukkan tradisi yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Hebatnya di Mojokerto seni ini diprakarsai oleh seorang anggota Polsek Jetis bernama Cak Bantu.
Ludruk ini dikenal dengan nama ludruk Karya Budaya. Berkembangnya ludruk di Mojokerto tak lepas dari peran seorang anggota POLRI [Polsek Jetis] bernama Cak Bantu. Terlebih-lebih pada tahun 1967 masyarakat Desa Canggu sudah mengenal kesenian ini sejak dahulu kala. “Jaman penjajahan Belanda, ludruk di Desa Canggu sudah ada,” ujar Drs Eko Edy Susanto,Msi di dalam pernyataan tertulisnya.
Kemudian para tokoh masyarakat tergerak hati untuk mendirikan ludruk sebagai bentuk pelestarian budaya. Maka diamanatkan pada Cak Bantu untuk mendirikan grup ludruk. Tanggal 29 Mei 1969 berdirilah Karya Budaya yang dipimpin oleh Cak Bantu dengan binaan Polsek Jetis.Menjelang pemilu 1971, ludruk Karya Budaya ditanggap Partai Golkar sebagai hiburan kampanye Golkar selama satu bulan berpindah dari desa ke desa. Menurut Drs Eko Edy Susanto,Msi hal tersebut sangat dimanfaatkan Cak Bantu mempromosikan ludruk Karya Budaya. Dengan keberhasilan pada setiap pementasan membuat ludruk Karya Budaya dikenal masyarakat luas.
Tahun 1993 Cak Bantu Karya wafat. Secara aklamasi seluruh anggota memilih putra sulung Cak Bantu Karya memimpin ludruk Karya Budaya yakni Drs Eko Edy Susanto, Msi yang lebih akrab dipanggil Cak Edi Karya. Pada peringatan ke-30, ludruk Karya Budaya resmi menjadi menjadi Yayasan Kesenian dengan SK Notaris No.06 melalui akte Notaris Grace Yeanette Pohan, SH.
Dunia semakin berkembang, begitu pula kesenian ludruk.
Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-38 tahun, grup ludruk “Karya Budaya” mempersembahkan serangkaian acara, diantaranya istighosah dan pengajian yang dipimpin oleh Kiai Fakih Syafii asal daerah Berat Wetan, Kab.Mojokerto. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin Kliwon, 28 Mei 2007, pukul 19.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan acara Khitanan dilaksanakan pada hari Selasa Legi, 29 Mei 2007, pukul 08.00 WIB. Setelah khitanan tepatnya pada pukul 12.00-18.00 WIB dilanjutkan dengan pertunjukkan wayang kulit bersama dalang Anwar asal Mojokerto.
Selasa Legi malam adalah malam yang ditunggu, yakni pementasan Ludruk Karya Budaya dengan lakon “Naga Baru Klinting”. Pementasan ini dimulai pada pukul 21.00 WIB. Serangkaian acara ini mengambil temmpat di Pondok Jula Juli Ludruk Karya Budaya, Dusun Sukodono RT 02 RW 01 Desa Canggu Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto 61310, Jawa Timur.
MAKANAN KHAS MOJOKERTO
1. Onde onde khas mojokerto
Onde-onde merupakan jajanan yang terbuat dari tepung ketan dengan
dalamnya terdapat isi kacang hijau, onde-onde ini berbentuk bulat serta
diselimuti wijen pada bagian luarnya. Sangat cocok dihidangkan dalam
keadaan masih hangat
2. Krupuk Rambak Khas Mojokerto
Kerupuk khas Mojokerto ini paling banyak dihasilkan di Desa Domas
Kecamatan Trowulan dan Desa Kauman Kecamatan Bangsal. kerupuk ini
berbahan dasar ketela pohon yang mempunyai rasa kentang.
3. Krupuk Upil Khas Mojokerto
Krupuk upil ini merupakan krupuk yang proses penggorengannya dilakukan dengan menggunakan pasir panas. untuk memakan krupuk ini biasanya krupuk upil didampingi dengan sambal petis.
4. Sate Keong Mojokerto
Keong sendiri adalah satu jenis hewan bercangkang yang banyak hidup di
persawahan. Untuk mengolah menjadi sate keong pertama kita mengeluarkan
keong dari cangkangnya. Proses pengeluarkan keong dari
cangkangnyapertama dengan merebusnya hingga mendidih. kemudian kita
mencongkel keong dari cangkangnya. Jika keong sudah keluar dari
cangkangnya baru kita dapat menusuknya dengan tusuk sate dan membakarnya
diatas bara arang. Maka jadilah sate keong yang lezat jika diberi bumbu
sebagaimana umumnya.
5. Sambel Wader Khas Mojokerto
Wader ini merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai. Untuk mengolah
ikan ini menjadi makanan,yaitu ikan yang sudah di bersihkan dapat di
padukan aneka bahan rempah-rempah bawang dan lain2, terkhir di goreng,
makanan ini sangat gurih dan nikmat. untuk penyajian biasanya di sajikan
dengan sambal dan nasi putih.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar